Pendidikan Sebagai Sistem
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu educatum yang tersusun dari 2 kata yaitu Edu dan Catum dimana kata Edu Artina sebuah perkembangan dari dalam diri menuju ke luar, sedangkan Catum berarti mengembangan atau sedang berkembang. Jadi, Pengertian Pendidikan Secara Etimologi adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.
B.
Pengertian Sistem
Sistem berasal bari bahasa Yunani systema, yang berarti sehimpunan bagan atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem adalah suatu konsep yang abstrak.
C. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan.
Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unusur pokok, yaitu unsur masukan, unsur
proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil usaha. Hubungan ketiga unsur itu
dapat digambarkan sebagai berikut Proses Pendidikan Sebagai Suatu Sistem.
Masukan usaha pendidikan
ialah peserta didik dengan berbagai ciri-ciri yang ada pada diri peserta didik
itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,). Dalam proses
pendidikan terkait berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah,
buku, metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan dapat meliputi
hasil belajar (yang berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan) setelah
selesainya suatu proses belajar mengajar tertentu. Dalam rangka yang lebih
besar, hasil proses pendidikan dapat berupa lulusan dari lembaga pendidikan
(sekolah) tertentu.
D.
komponen-komponen yang menunjang yaitu:
1.
Input Pada Sistem Pendidikan
Siswa baru
merupakan masukan mentah (raw input) yang akan diproses menjadi tamatan
(out put). Siswa berstatus sebagai subjek didik karena siswa (tanpa
pandang usia) adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui
keberadaannya dan ingin mengembangkan diri (mendidik diri) secara terus-menerus
guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai sepanjang hidupnya.
2.
Instrumental Out Put Pada Sistem
Pendidikan
Guru dan tenaga
nonguru, administrasi sekolah, kurikulum, anggaran pendidikan, prasarana dan
sarana merupakan masukan instrumental (instrumental output) yang
memungkinkan dilaksanakannya pemrosesan masukan mentah menjadi tamatan.
a. Guru dan Tenaga Nonguru
Guru ialah orang
yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. Guru berbeda dengan pengajar
sebab pengajar berkewajiban untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid,
sedangkan guru tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pengajaran,
tetapi juga membentuk kepribadian anak didik.
Tenaga Nonguru yang sering disebut sebagai tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan
b. Administrasi Sekolah
Administrasi sekolah adalah segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan yang ada dalam administrasi pembiayaan meliputi tiga hal, yaitu: penyusunan anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.
c. Kurikulum
Materi pendidikan yang sering juga disebut dengan istilah kurikulum karena kurikulum menunjukkan makna pada materi yang disusun secara sistematika guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
d. Anggaran Pendidikan
Anggaran adalah biaya yang dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan untuk menerima dan mengeluarkan dana bagi suatu periode tertentu.
e. Prasarana dan Sarana
Prasarana
pendidikan adalah segala macam alat yang tidak secara langsung digunakan dalam
proses pendidikan sedangkan sarana pendidikan adalah segala macam alat yang
digunakan secara langsung dalam proses pendidikan. Prasarana pendidikan dapat
juga diartikan segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang
digunakan guru dan murid untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan dan sarana
pendidikan dapat juga diartikan segala macam peralatan yang digunakan guru
untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran.
3.
Enviromental Input Pada Sistem
Pendidikan
Corak budaya dan kondisi ekonomi masyarakat sekitar, kependudukan, politik dan keamanan negara merupakan factor lingkungan atau masukan lingkungan (environmental input) yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap berperannya masukan instrumental dalam pemrosesan masukan mentah.
a. Lingkungan sosial budaya, yaitu nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup
dan berkembang di sekitar lembaga pendidikan.
b. Lingkungan ekonomi, yaitu kondisi ekonomi yang ada di sekitar lembaga
pendidikan dan masyarakat sekitar.
c. Lingkungan politik, yaitu keadaan politik yang terjadi pada daerah di mana
lembaga pendidikan tersebut berdiri atau melaksanakan pendidikan.
d. Lingkungan keamanan, baik keamanan di sekitar lembaga pendidikan maupun di
luar lembaga pendidikan.
e. Lingkungan Kependudukan yaitu kemampuan untuk mengolah dan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar lembaga pendidikan.
4.
Output Pada sistem Pendidikan
Output pada sistem
pendidikan adalah hasil keluaran dari proses yang terjadi di dalam sistem
pendidikan. Adapun output pada sistem pendidikan adalah:
a. Lulusan
Lulusan pendidikan
adalah hasil dari proses pendidikan agar sesuai dengan tujuan pendidikan
tersebut. Diharapkan lulusan yang dihasilkan dapat memberikan nilai-nilai
kehidupan bagi dirinya, lingkungan, dan Tuhannya. Setidaknya, lulusan tersebut
dapat mentransformasikan (mengembangkan dan melestarikan) budaya yang ada di
lingkungan, kepribadiannya dapat terbentuk dengan baik, menjadi warga negara
yang baik yang didasarkan atas landasan-landasan pendidikan, serta mampu
bersaing di dunia kerja.
Jika proses yang terjadi di dalam komponen-komponen pendidikan yang sudah dijelaskan di atas berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan maka hasil lulusan tersebut pun akan baik. Oleh sebab itu, proses berkesinambungan dari komponen-komponen pendidikan menentukan hasil nyata dari pendidikan tersebut yang didasarkan kepada tujuan dan dasar pendidikan.
b. Putus Sekolah
Kadang kala proses
komponen-komponen pendidikan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang sudah
direncanakan sebab adanya hambatan yang ada pada komponen-komponen tersebut
sehingga peserta didik yang menjadi input dalam sistem pendidikan akan berhenti
untuk melangsungkan pendidikannya (putus sekolah). Dengan kata lain, putus
sekolah disebabkan oleh berbagai macam faktor hambatan pendidikan, baik dari diri
peserta didik, proses pendidikan yang terjadi, maupun lingkungan sekitar
pendidikan.
Komponen-komponen pendidikan yang telah dijelaskan berinteraksi secara berkesinambungan saling melengkapi dalam sebuah proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses pendidikan pada hakikatnya adalah interaksi komponen tersebut dalam sebuah proses pencarian, pembentukan, dan pengembangan sikap serta perilaku anak didik hingga mencapai batas optimal.
Kesimpulan
Sistem
adalah suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dari komponen yang saling
berinteraksi atau inerdepndensi dalam mencapai tujuan. Sistem pendidikan akan
selalu bersifat dinamis kontekstusal dan terbuka tehadap tuntutan kualitas dan
relevansi. Oleh karena itu pengkajian upaya pendidikan sebagai suatu sistem
mempunyai makan yang penting.
Proses
pendidikan terjadi apabila ada interaksi antar komponen pendidikan, artinya
saling berhubunga secara fungsional dalam kestauan yang terpadu. Tiga komponen
tersebut adalah pendidik,peserta didik, dan tujuan pendidikan.
Pendidikan pada intinya adalah menjadikan individu manusia dewasa yang
mempunyai kemampuan berpikir dan juga keterampilan juga memiliki kepribadian
yang berakhlak mulia juga akan senantiasa memberikan konstribusi yang berguna
dan bermanfaat terhadap manusia lainnya.

Komentar
Posting Komentar