Antara Manusia dan Pendidikan

 Antara Manusia dan Pendidikan


Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dengan tujuan mulia. Manusia juga memiliki aspek-aspek nafsiologis-filosofis yang sulit diramal dan terkadang sulit untuk dipahami. ( sama seperti aku yang sulit memahami kamu ,, eeeaaa πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ ).

Manusia bukanlah makhluk bertipe penurut. Tidak jarang ia congkak dengan kemampuan “manusiawi” nya, dan sering pula ia menjadi lemah tak berdaya.


Dari situlah terbentuk dinamika kepribadian manusia, beserta emosi-emosi yang mengikutinya. Kecenderungan manusia adalah tidak pernah stabil. Nafsiologi adalah jawaban untuk membicarakan nafs dengan segalakemampuannya, baik potensi maupun aktualita.


Hidup ini ibarat sebuah perjalanan panjang yang tak tahu di mana ujungnya. Kita tahu kapan kita dilahirkan, namun kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggal dunia. Kita pasti tidak pernah ingin tahu kapan hari - hari kita akan berakhir. Kita harus bersyurkur karena Tuhan tidak memberi tahu kapan akhir hidup kita di dunia ini. ( tapi kamu tau kapan kamu akan mengakhiri hubungan kita πŸ’”πŸ’” )

"Hidup baru" di sini adalah hidup dengan semangat beru, paradigma baru, dan keyakinan baru bahwa kita bisa meraih apa pun tujuan kita selam kita mau terus - menerus memperbaiki mental dan ikhtiar kita. 

"Hidup baru" memberikan sesuatu yang lebih baik dari pada hari ini atau hari - hari sebelumnya. 

Kita masih diberi kesempatan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita, lingkungan, dan orang - orang yang kira cintai. Banyak hal yang telah kita lewati. ( seperti aku yang akan selalu membahagiakan kamu eeehhh hahha πŸ˜†πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… )

Banyak hal yang kita cintai. Banyak hal yang telah kita lewati. Banyak hal yang ingin kita raih. Banyak pula keinginan yang belum terwujud. Sekarang, yang penting bagi kita adalah bagaimana mengisi hidup kita, anugrah terindah dari Tuhan.


Namun tidak semua orang menyadari dan memanfaatkan keberuntungan tersebut. dalam hidup ini kita diberi pilihan apakah kita akan mengisinya dengan menjadi manusia yang mengotori diri sendiri atau membersihkan dirinya sendiri.


Suatu perkembangan seseorang akan dipengaruhi oleh pengalaman dan perjalanan hidup manusia tersebut. Di dalam nya pasti ada pengalaman hidup yang baik dan buruk bahkan menyakitkan. ( sama sakitnya seperti aku mengenal kamu 😁 )


Kita sebagai manusia sejatinya akan dituntut bagaimana cara berfikir, cara bersikap, cara memahami suatu konteks dimana kita akan menjadi seseorang manusia yang beruntung atau bahkan yang akan mencelakakan diri kita sendiri.


Bagaimana cara kita tahu bahwa apa yang kita lakukan itu salah atau benar ?


Yuppsss betul dengan " Pendidikan "


Manusia sebagai animal educandum, secara bahasa berarti bahwa manusia merupakan hewan yang dapat dididik dan harus mendapatkan pendidikan. Dari pengertian tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara manusia dengan hewan, ialah bahwa manusia dapat dididik dan mendapatkan pendidikan.


Manusia merupakan makhluk yang harus dididik dan mendidik. Pendidikan akan dapat membantu manusia untuk merealisasikan dirinya, memanusiakan manusia. Pendidikan akan berusaha membantu manusia untuk menyingkapkan dan menemui rahasia alam, mengembangkan  fitrah manusia yang merupakan potensi untuk berkembang, mengarahkan kecenderungan dan membimbingnya demi kebaikan dirinya dan masyarakat. Pada akhirnya dengan pertolongan dan bimbingan tadi, manusia akan menjadi manusia yang sebenarnya, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Dengan demikian “Long live education” yang artinya  “Pendidikan Seumur Hidup”


Seperti aku yang ingin seumur hidup sama kamu....... eeaaaa πŸ’“πŸ˜‹πŸ˜€


Terimakasih saya ucapkan telah membaca blog saya..


hatur nuhun sadayana .....

Komentar

  1. Wah menarik yaaa.. apakah ini juga suatu perjalanan hidup sang penulis blog?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah anda bertanya pasti anda paham betul dengan saya ,, hahha

      Hapus
  2. Sepertinya cerita ini curahan isi hati nya, keren betul kak

    BalasHapus
  3. Pendidikan bukan hanya soal materi namun pendidikan yang sebenarnya ialah memahami segala aspek dalam bentuk kehidupan untuk memenuhi kegiatan kita sehari hari. Dalam hal apapun, kita memulai dengan tahap mengenal, mengamati dan memahami dalam berbagai bidang sehingga kita dapat mempelajari mana yang benar dan mana yang salah, maka dari itu pendidikan sangat penting disaat kita sudah mulai mengenal dunia atau dikenalkan sejak usia dini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuuppss betul sekali pendidikan yang sesungguh nya adalah bagaimana cara kita mau untuk terus mendidik diri kita sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, semangat ,, terimakasih

      Hapus
  4. Dan hal yang paling sulit untuk dikendalikan manusia adalah rasa egois dan meningkatkan rasa sabar

    Ntap tulisannya niceπŸ’œ

    BalasHapus
  5. Wah menarik yaa... apakah ini curahan suatau perjalanan hidup si penulis....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengalaman mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yg lebih baik lagi..

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Manusia merupakan makhluk yang harus dididik dan mendidik. Pendidikan akan dapat membantu manusia untuk merealisasikan dirinya, memanusiakan manusia. Pendidikan akan berusaha membantu manusia untuk menyingkapkan dan menemui rahasia alam, mengembangkan fitrah manusia yang merupakan potensi untuk berkembang, mengarahkan kecenderungan dan membimbingnya demi kebaikan dirinya dan masyarakat. Pada akhirnya dengan pertolongan dan bimbingan tadi, manusia akan menjadi manusia yang sebenarnya, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    BalasHapus
  8. Wah aku baru tau loh..
    Makasih ka ilmu aku jadi bertambah

    BalasHapus

Posting Komentar